Izinkan aku tuk menulis ini. Teruntuk kekasihku yang akan menemani hingga akhir. Permata cinta kasihku yang cantik nan mempesona. Indah Nurul Qamariyah. Apakah ada kata yang lebih mempesona selain “Aku mencintaimu”? Mencintaimu seakan menjadi bagian hidupku yang selalu mengiringiku seperti malam bersama hawa dingin. Mencintaimu seakan menjadi pundi-pundi kebahagiaan yang selalu kuinginkan bersama suka duka kehidupan. Dan, mencintaimu akan menjadi jalanku untuk membangun surga bersamamu. Keterbatasanku akan selalu ada. Tetapi, itu tak membuatku berhenti memperbaiki diriku. Aku hanya manusia biasa dengan segala kekurangan. Manusia yang pasti melakukan kesalahan besar maupun sepele. Tapi, suatu saat engkau pasti tahu bahwa kesalahan-kesalahan ini yang akan menjadikan cinta ini menjadi dewasa dan mengantarkan kita pada jalan perjuangan manis yang sempat kita harapkan malam itu. Keyakinanku adalah dengan keterbatasan inilah yang membuat cintaku kepadamu abadi nan manusiawi sebagaimana...
Minggu malam itu Yang sebelumnya disambut gemercik hujan senja Aku bersamamu Menjajaki Kota Bekasi yang suka cita Bersama jutaan cinta yang terbangun sempurna Kita berdua Menyusun pilar asmara Dengan juntaian kasmaran mempesona Ditemani bintang yang hampir tertutup selaput mendung Sunyi yang tak mau pecah Karena kehadiran kita yang terhujani cinta Beradu asmara lewat hymne penuh citra Selayaknya cinta tang tak ingin punah Di taman itu Aku dan cintaku yang kudamba Cinta yang kugenggam erat Bersama bidadari dengan semerbak puspa Sejenak seperti khayalan Tapi, inilah cintaku Dengan Indah-ku Aku dan Indah