Langsung ke konten utama

Postingan

Factfulness oleh Hans Rosling - Sebuah Ungkapan

Setelah diriku membaca buku Factfulness, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh kita sebagai kaum abad 21. Khususnya, kita-kita yang masih dangkal dalam menanggapi dunia dan sosial semesta. Sepuluh perihal yang disampaikan. Tetapi, aku hanya mengambil sari-sari dari kesepuluhnya. Naluri kita seringkali melakukan kesalahan. Kita merasa bahwa sebagai manusia memiliki naluri yang paling manusiawi. Padahal semua naluri itu tidak pernah ada menjadi paling absolut di antara semua makhluk. Sebagai contoh, ketika kita menyikapi seorang pemulung yang dihabisi oleh beruang, kita sangat merasa iba -saya pribadi akan kasihan- seakan beruang adalah menjadi pelaku yang harus dihukum dan pemulung orang yang harus kita kasihani sejadi-jadinya. Tetapi, ketika kita dihadapkan juga kasus anak-anak hutan yang terlantar dan mati kelaparan kita menjadi sosok yang paling sok sibuk dan acuh untuk menyikapinya -mungkin hanya melihat dan iba dan selesai-. Ada kesenjangan dibalik naluri kita sebagai manusia....

Kirim E-mail

Semenjak diri ini menjadi merasa tidak penting dan berharga, banyak hubungan aku yang putus agar tidak menekanku ke jurang kerusakan mental. Diriku yang dulu masih tertanam di umur kepala dua. Mungkin saja ini adalah sebuah kejutan dari Tuhan atau cobaan-Nya. Atau mungkin ini adalah jalan yang harus kutempuh untuk mencapai takdir kedepan. Media sosial kumatikan. Aku mencoba untuk menutup gerbang-gerbang akses komunikasi. Terlebih beberapa orang yang aku coret dari hubungan komunikasi via WhatsApp. Kalau itu terjadi kepada pembaca, kirim ke e-mailku.  Siapa yang akan menghubungimu, Kun? Tidak ada! Terima kasih Ardani Riaziz E-mail : ardanisulung21@gmail.com

Tiga Desember Lagi

Lagi-lagi Tiga Desember Aku bingung harus apa Padahal, Nanda bukan milikku Itu kan masa lalu Benar, bukan? Apalagi tidak pernah ada ikatan Ardani yang licik Mengapa aku bingung, ya? Harusnya biasa saja, kan? Bodoh, Ardani! Diam saja kamu! Sudahlah! Kurayakan dengan menulis saja Maaf dengan janji-janjiku Oh iya, aku kan tidak harus meminta maaf Diam saja enak

Kembalinya S

 Tepat di hari Senin kemarin, S telah kembali ke genggamanku. Tidak lama lagi semuanya akan bergulir. Bersamaan, mungkin. Setidaknya permulaan sudah terjadi. Tinggal meneruskan saja. Sebuah rahasia yang harus diketahui seseorang. Tetapi, sudah hilang. Mungkin itu adalah yang terbaik untuk rahasia yang kususun. Barangkali itu juga yang terbaik untuknya. Semua akan berjalan baik-baik saja. S sudah kembali. Tiga tahun kutitipkan sebuah rahasia itu kepada seseorang yang patut mengetahui rahasia yang kususun. Andaikata aku punya waktu lebih, kususun S sebaik dan seindah mungkin. Begitulah! Kalau memang kita punya keterbatasan untuk menguasai. Terima kasih kepada Shafala yang telah memegang selama tiga tahun. Harusnya dua tahun. Tak masalah! Kau akan tahu mengapa engkau layak memegang selama itu. Muhammad Ardani Riaziz

Tanpa Cinta

Aku mencintaimu Benarkah begitu? Atau hanya teka-teki? “Aku mencintaimu?” Begini?   Aku mencintaimu juga Benarkah begitu? Atau hanya pemanis suasana? “Aku juga?” Benarkah?   Cinta Kata manis dinamis Mudah dan singkat Siapa yang tahu Bisa jadi teka-teki Atau tipuan belaka   Kita saling mencintai Benarkah itu tujuan? Atau hanya harapan nihil “Biar cinta kita berjalan hingga akhir hayat” Bodoh!   Bukan itu nyatanya Bukan itu akhirnya Bukan itu ceritanya Bukan itu inginnya   Sekian terima kasih Untuk cinta yang berlinang Untuk cinta yang sanggup buatku menggenang Untuk cinta yang menjawab “Kita bukan jodoh, kiranya”   Tidak ada kesakitan Tidak ada kepedihan Tinggal lupakan Dan buat hiburan diri “Aku bahagia tanpa cinta”

Ternyata Mustahil Itu Benar

Proyek tidak masuk akalku sirna Mustahil menjelma Ada saja cinta yang tak pernah dicinta Bayangkan saja cinta yang tak peduli Atau pecinta yang tak pernah mengerti Kalau tercinta benar-benar tuli Harusnya itu tidak begitu Begitu memang begitu Cinta itu cinta tapi tak logis jika terpuruk karena begitu Yang cinta saja ada Katanya yang indah Ada-ada saja Sudah sirna Sudahlah kandas Selesai sudah

Perbandingan Gen Spike Glycoprotein